Keluaran 20:17

Jauhi iri hati
Hal yang membuat terjadinya dosa pertama yang adalah iri hati.
Hawa iri hati melihat Tuhan berdaulat atas dirinya. Ketika Iblis
melalui ular menipu Hawa dengan mengatakan bahwa setelah makan
buah ia akan menjadi sama seperti Allah, Hawa segera memakannya.


Dalam masyarakat majemuk yang memungkinkan orang-orang yang berbeda
hidup berdekatan, iri hati bisa menjadi dosa besar. Perintah
kesepuluh ini menekankan pen-tingnya menjaga hati dari motivasi
salah. Menginginkan sesuatu tidaklah salah. Yang salah adalah
menginginkan sesuatu yang bukan haknya. Dosa ini bisa berkait
atau menyebabkan dosa-dosa lainnya seperti mencuri, membunuh,
berzina, dll. Berbagai kejahatan keji sebenarnya bersumber dari
sikap hati yang iri dan menginginkan hak orang lain. Dosa ini
identik dengan tidak menghargai batas-batas diri dan orang lain.


Perintah kesepuluh ini menunjukkan bahwa Perjanjian Lama memberikan
penekanan yang seimbang antara dosa perbuatan dan dosa
pikiran/hati. Peristiwa saat Allah mengingatkan Kain akan
perasaan marah dan cemburunya terhadap Habil memperlihatkan dosa
sudah terjadi ketika masih direncanakan (Kej. 4:5-7). Perintah
ini menegaskan bahwa kecenderungan dosa selalu dimulai dari
pikiran dan hati yang tidak kudus. Oleh karena itu, menjaga
pikiran dan hati dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan
merupakan keharusan. Perintah ini juga menekankan pentingnya
rasa puas dan syukur untuk anugerah Tuhan atas hidup ini
sehingga tidak mudah iri hati melihat keadaan orang lain.


Iri hati muncul ketika seseorang tidak menyadari anugerah Tuhan
sudah melimpah dalam hidupnya. Ia merasa Tuhan lebih memberkati
orang lain daripada dirinya sendiri. Hal ini sama dengan tidak
memercayai janji Tuhan bahwa Ia pasti memberikan sesuatu yang
terbaik untuk hidupnya.


Renungkan:
Memiliki Tuhan dalam hidup kita berarti kita memiliki
segala-galanya. Dalam terang ini, tidak ada alasan apa pun
untuk iri hati terhadap orang lain.

Scripture Union Indonesia © 2017.