Melampaui Harapan

Lukas 24:1-12

Ada orang yang mengalami keputusasaan dalam hidupnya sehingga harapannya sirna. Ada yang hidupnya sesuai dengan yang diharapkannya. Bahkan ada juga yang mengalami hal yang melampaui harapannya. Dalam kisah ini, para perempuan datang ke kubur untuk merempah-rempahi tubuh Yesus yang baru meninggal. Mereka membawa rempah-rempah sesuai kebiasaan waktu itu (1). Mereka berharap untuk dapat menemukan jenazah Yesus.


Ternyata, batu besar yang menghalangi pintu masuk ke kubur sudah terguling (2). Halangan pertama teratasi tanpa penjelasan bagi mereka. Mereka tambah terkejut karena tidak menemukan mayat Tuhan mereka (3). Mereka pun "termangu-mangu" (BIMK: "...bingung memikirkan hal itu..." (4). Ini respons yang wajar, "Kemana jenazah-Nya? Siapa yang mengambil?"


Banyak pertanyaan yang belum terjawab ketika, "...tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat dengan mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan" (4). Mereka membawa kabar yang di luar perkiraan, kabar yang melampaui harapan. Mereka mencari Yesus yang mati, tetapi mendapati Yesus yang bangkit. Harapan yang terlampaui merupakan penghiburan dan anugerah yang besar dalam hidup kita. Kita layak bersyukur sekaligus berbagi. Seperti para perempuan itu berbagi berita kebangkitan dengan para rasul (10).


Allah mengizinkan kita mendapat lebih dari yang diharapkan. Tujuannya antara lain agar kita memuliakan Dia dan semakin percaya pada-Nya. Para rasul kala itu tidak percaya pada berita kebangkitan (11) karena itu melebihi perkiraan mereka. Mereka lupa apa yang pernah Yesus katakan pada Marta, "bukankah sudah Kukatakan kepadamu, jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?" (Yoh 11:40). Percayalah bahwa Allah sangguh bekerja melebihi harapan, karena itu andalkanlah Dia dalam hidupmu.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis