Puncak konspirasi

Yohanes 11:45-57

Jika satu orang kesal dan ingin membunuh orang lain, itu belum luar biasa. Amarahnya bisa menyurut, keinginan jahat itu pun bisa dilupakan dan disesali. Namun, jika amarah dan hasrat membunuh itu sama-sama dirasakan sejumlah orang, itu baru luar biasa. Konspirasi di antara mereka bisa segera memekar, dan segala siasat serta rencana pun bisa disusun.


Di dalam alur narasi Injil Yohanes, amarah para pemimpin agama Yahudi ini sudah muncul sejak Yohanes 5:18, ketika mereka mulai bermaksud membunuh Dia karena menyamakan diri-Nya dengan Allah. Niat para pemimpin Yahudi makin kukuh setelah mukjizat-Nya yang terakhir ini. Mukjizat kebangkitan Lazarus ini ironis, karena mempersiapkan jalan panjang Yesus menuju pemuliaan diri-Nya melalui kematian-Nya di salib, juga melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dalam makna inilah Yesus akan "ditinggikan" (Yoh. 3:14). Di tengah konspirasi ini, kata-kata yang diucapkan Kayafas (49-50) bersifat ironis, karena memuat makna yang lebih dalam yang tidak disadarinya: Yesus akan mati "untuk bangsa itu ... tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai" (51-52). Inilah sebenarnya "puncak" konspirasi para pemimpin Yahudi, bahwa siasat jahat mereka digunakan Allah untuk menyelamatkan orang yang percaya kepada Anak-Nya yang tunggal. Bahwa kegelapan itu tidak dapat menguasai terang, dan bahkan sedang ditaklukkan oleh terang (Yoh. 1:5).


Nas ini menjadi penghiburan bagi kita, orang Kristen yang hidup, bersaksi, dan berjuang di dalam dunia. Konspirasi kejahatan terus menggila dan kegelapan terus berusaha eksis. Namun jangan menyerah karena kuasa Allah justru terus mewujud di tengah-tengahnya. Pertanyaannya, maukah kita ikut Tuhan dan tidak menyerah terhadap konspirasi kejahatan, atau justru membiarkan diri tenggelam di dalamnya? Apakah kita ingin ikut Yesus atau malah merapat dengan Kayafas dan kawan-kawan? Jangan sampai kita justru melawan Allah, entah dengan tindakan aktif atau sikap berdiam diri, sehingga menjadi musuh yang akan binasa karena kita menolak Sang Mesias.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis