Gambar Allah

Kejadian 1:26-30

Menjadi gambar Allah adalah menjadi wakil Allah di dunia ini. Ini
bukan semata-mata privilese melainkan juga tanggung jawab.
Semakin besar hak diberikan, semakin berat pula kewajibannya.
Menjadi gambar Allah bukan hanya memiliki sejumlah potensi
Ilahi, tetapi bagaimana mewujudkan potensi itu bagi kemuliaan
Allah.


Apa maksud Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya? Supaya
manusia bisa mengelola dunia dan segala isinya ini untuk
kemuliaan Allah. Kata-kata yang digunakan untuk menyatakan tugas
manusia itu, "berkuasa", "taklukkanlah" adalah kata-kata yang
lazim digunakan dalam konteks kekuasaan seorang raja. Beberapa
penafsir keberatan karena menurut mereka penafsiran seperti
inilah yang menyebabkan manusia merajalela mengeksploitasi alam
ini dengan segala kerakusannya dengan dalih atas nama Tuhan.
Berapa banyak kerusakan alam dan lingkungan yang menyebabkan
menurunnya kualitas hidup disebabkan ulah manusia?


Namun, kita melihat bahwa pengaturan Allah atas manusia di sini sama
sekali tidak membuka peluang untuk eksploitasi atas alam ini.
Pertama, manusia diaturkan bukan untuk menjadi raja dunia
melainkan mewakili Raja, Sang Pemilik dunia. Tindakan manusia
merusak alam milik Allah adalah tidak berkenan bahkan berdosa di
hadapan-Nya. Kedua, kerusakan alam berarti pula berkurangnya
kenyamanan hidup manusia. Artinya konsekuensi penyalahgunaan
kekuasaan Ilahi akan dirasakan paling berat oleh manusia
sendiri.


Dosa yang menyebabkan gambar Allah dalam diri manusia tidak
berfungsi dengan benar. Manusia hidup bukan untuk kemuliaan
Allah melainkan untuk kepentingan diri sendiri yang bersifat
merusak dan menghancurkan. Hanya satu jalan untuk memperbaiki
semua ini, yaitu dengan mengizinkan Allah memperbarui gambar-Nya
di dalam diri kita oleh karya penyelamatan Yesus.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis