Pemeliharaan Allah

Kejadian 29:1-14

Pemeliharaan Allah sering kali kelihatan begitu sederhana, tetapi dalam kesederhanaan tersebut justru terlihat keindahannya. Ketika tiba di sumur, Yakub segera berjumpa Rahel. Ini mengingatkan kita pada hamba Abraham yang juga langsung bertemu Ribka di sumur tersebut (Kej. 24). Meskipun dalam peristiwa hamba Abraham, ia datang dengan membawa banyak barang berharga di atas unta-untanya dan Yakub datang hanya dengan tangan kosong, pemeliharaan Allah pada kedua hamba-Nya itu tetaplah sama.


Istilah "batu" penutup sumur di nas ini yang muncul 4 kali (2, 3 [2x], 10), berkaitan dengan istilah "batu" di Betel (28:11, 18, 22). Kedua batu tersebut mengingatkan kita pada janji Allah untuk menyertai dan melindungi Yakub (28:15). Penekanan pada Rahel sebagai anak Laban, saudara ibunya (10), mengingatkan kita pada nasihat Ribka dan Ishak (27:43 dan 28:2). Hal ini memberi petunjuk bahwa gadis ini akan menjadi istri Yakub. Sungguh menakjubkan pemeliharaan Tuhan, sama seperti hamba Abraham yang langsung bertemu dengan calon istri Ishak, Yakub pun langsung bertemu dengan calon istrinya di tempat yang sama, yaitu sumur.


Perjumpaan Yakub, Rahel, dan Laban yang berkata "engkau sedarah sedaging dengan aku" (14), menunjukkan bahwa Yakub telah diterima sebagai saudara. Di sini terlihat betapa Tuhan memelihara keturunan Abraham, yaitu melalui pertolongan-Nya dalam mencarikan mereka pasangan hidup.


Kita sering tidak sadar betapa Allah kita adalah Pribadi yang melimpahkan kasih setia-Nya dari generasi ke generasi. Bukankah Tuhan pernah berkata: "Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku" (Kel. 20:6). Kata "beribu-ribu orang" dalam ayat ini dapat dipahami sebagai "dari generasi ke generasi." Marilah kita beriman bahwa Allah yang telah memelihara gereja-Nya selama ribuan tahun akan tetap melimpahkan kesetiaan-Nya pada generasi kita dan seterusnya.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis