Melajang

1Korintus 7:1-2, 8-9

Allah ingin hidup manusia berarti, melimpah, dan jadi berkat. Maka
Allah menciptakan manusia sebagai sepasang yang sepadan, saling
menolong, saling melengkapi (Kej. 1:27; 2:23-24). Dari kisah
penciptaan dapat kita simpulkan bahwa kehendak Allah bagi setiap
orang adalah menikah dan membentuk keluarga bahagia. Mengapa
hidup berarti, melimpah, dan jadi berkat terkait dengan
pernikahan? Karena manusia diciptakan Allah sebagai gambar-Nya.
Arti dari “gambar Allah” adalah hakikat berelasi. Manusia adalah
makhluk yang memiliki kapasitas dan kebutuhan untuk berelasi,
pertama dengan Allah dan kedua dengan sesama. Relasi yang dalam
dan saling memenuhi seharusnya terjadi dalam pernikahan. Inilah
alasan mengapa hidup berarti, melimpah, dan jadi berkat terkait
dengan relasi dalam pernikahan.


Kebutuhan berelasi tak hanya ditemukan dalam hubungan pernikahan,
tetapi dapat dikembangkan juga dalam hubungan sosial, meski
relasi sosial ini tidak bersifat eksklusif dan seksual seperti
hubungan suami-istri. Karena hal ini dan pertimbangan khusus
lain, Paulus mengajukan alternatif lain. Ia mengusulkan agar
orang yang belum menikah mempertimbangkan kemungkinan untuk
melajang. Apa saja pertimbangan khusus itu? Pertama ia menjadikan
dirinya contoh. Paulus adalah seorang rasul yang sangat gesit
bergerak ke mana-mana menanamkan Injil ke banyak tempat. Semangat
menginjil, membangun gereja, dan melayani Tuhan yang begitu
besar, sangat ditunjang oleh kenyataan bahwa ia tidak memikul
tanggung jawab sebagai suami atau kepala keluarga. Dengan
melajang, gerak dan dayanya dalam pelayanan jadi terkonsentrasi
penuh. Di pihak lain Paulus juga mengajukan pertimbangan lain.
Kota Korintus adalah kota yang sarat dengan berbagai pencobaan
sensual dan seksual. Jika orang tidak benar-benar memiliki
panggilan dari Tuhan untuk melajang yang menopang dia untuk tetap
kudus, ia dapat jatuh ke dalam jerat nafsu seksual.


Menikah adalah panggilan Ilahi umum, melajang adalah panggilan Ilahi
khusus. Yang mana pun panggilan Allah untuk Anda, harus diisi
dengan relasi yang riil dan bermakna, baik dengan Tuhan atau
dengan sesama.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis