Menghadapi Musuh

Mazmur 56

Pernahkah Anda merasa terancam karena tindakan orang pada Anda?
Bagaimana sikap Anda pada saat itu?


Daud pernah merasa terancam dan teraniaya. Perhatikan gambaran
serangan yang dia hadapi: diinjak-injak, diperangi, dan juga
diimpit (ayat 2-3). Para musuh mengintai Daud, memburu dia seolah
mengincar nyawanya (ayat 6-7). Betapa kuat musuh yang dihadapi
Daud. Ia bagai tak berdaya menghadapi mereka. Tak heran bila ia
merasa takut (ayat 4).


Bagaimana Daud mengatasi situasi yang begitu menekan? Satu-satunya
pertolongan yang dia harapkan adalah Allah. Ia yakin pada kuasa
Allah yang akan melindungi dia (ayat 4-5). Sebab itu ia memohon
belas kasihan Allah agar menolong dia. Bila menghadapi Allah,
tentu para penindas tersebut akan seperti macan ompong. Terlihat
menakutkan, tapi tak punya kemampuan mematikan. Sebab itu Daud
mengharapkan keadilan Allah (ayat 8-10) yang akan meluputkan dia
dari bahaya (ayat 14). Dan ketika itu terjadi, Daud memuji-muji
Allah karena telah melepaskan dia dari musuh dan melindungi dia
dari bahaya. Oleh karena itu Daud berjanji akan memberikan
persembahan syukur kepada Allah (ayat 11-13).


Sebagai orang percaya yang harus hidup damai dan mengusahakan
perdamaian dengan semua orang, kita tentu tidak mengharapkan
adanya musuh. Namun keberpihakan kita pada Allah bukan tidak
mungkin akan memperhadapkan kita pada musuh-musuh iman kita.
Bagaimana menghadapi hal itu? Melihat pengalaman Daud, kita dapat
meyakini Allah yang akan melawan orang-orang yang bermaksud jahat
terhadap kita. Rasa takut mungkin saja akan muncul dan kemudian
melahirkan rasa panik. Belajar dari Daud, jangan biarkan rasa
takut menguasai kita. Marilah kita memandang pada Allah yang akan
melepaskan kita. Hadapilah musuh iman dengan keyakinan bahwa
Penolong kita adalah Tuhan yang memiliki kuasa di atas segala
kuasa, dan musuh-musuh iman kita tidak akan pernah berhasil
melampaui kuasa Allah. Kiranya pemahaman ini menguatkan iman
kita.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis