Mengapa Allah membuang umat-Nya?

Mazmur 89:37-52

Tidaklah selalu mudah bagi kita untuk menyelusuri sebab akibat yang terjadi antara perikop terdahulu dengan perikop berikutnya. Bahkan sampai selesai pun ada hal-hal yang sukar kitab pahami. Untuk itu kita tetap mempunyai PR dari Tuhan (bdk. Ul.29:29). Tidak semua pertanyaan apa, mengapa, dlsb. dapat dijawab dengan jelas dan memberi kita inti permasalahannya. Pembaca harus masuk ke dalam peristiwa itu secara iman. Firman Tuhan bukan ilmu, tetapi di dalam Firman Tuhan terkandung janji Tuhan yang istimewa yang kita terima dengan iman.



Keluh kesah berakhir pujian. Sementara kita menikmati janji istimewa, ada kalanya muncul kenyataan yang pahit. Kita langsung bertanya dan berkeluh kesah (ayat 39-46), bahkan si pemberi janji kita tuntut mempertanggungjawabkannya (ayat 50, 36). Dari segi kemanusiaan hal itu benar. Namun kalau kita sudah menerima anugerah Tuhan Yesus Kristus kita seharusnya makin lama makin kuat menyelusuri perjalanan ini seperti yang pernah dialami Tuhan Yesus Kristus di taman Getsemani. Janji Tuhan dalam Mat. 28:18-20 serta Rm. 8:28 membuat kita tegar berjalan. Tanpa jawab dari Tuhan, dalam iman yang teguh pemazmur bermazmur: "Terpujilah Tuhan untuk selama-lamanya. Amin! Amin! (ayat 53).



Doa: Tuhan, ajar kami untuk memahami perjalanan hidup ini dari hari lepas hari seperti Doa Bapa kami. Amin.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis